Panti Asuhan Baitul Qowwam

6 Februari 2022

Kajian Rutin Santri Putri Baitul Qowwam , Perkuat Wawasan  Agama Islam bersama DR.H. Agus Triyanta

Pembangunan asrama panti asuhan Baitul Qowwam menyita banyak waktu, pemikiran dan sumber daya dari pengelola, pengurus dan semua unsur yang ada, meskipun demikian tidak mengurangi kegiatan untuk pembinaan para santri-santrinya.

Kajian rutin BQ Putri dilaksanakan rutin dengan jadwal dan pemateri    Pak DR.H. Agus Triyanta, memberikan materi tentang Agama ,  Pak Saryana, memberikan materi terkait tentang Aqidah, Pak Anwar M  materi terkait Siroh Nabawi, Pak Jupri tentang Mahfudhot dan  Bu WijaYanti, Bu Ani P dan Bu Emy, memberikan materi terkait Fikih, Akhlaq, Tahsin, membuat CookingClass

Sebagaimana  pada Sabtu 5 Februari 2022 dimana dilakukan Kegiatan kajian rutin Panti putri adalah Agenda Panti Baitul Qowwam  dalam rangka menambah wawasan mengenai Agama Islam dan wawasan umum lainnya bersama DR.H. Agus Triyanta selaku pimpinan panti Baitul Qowwam.

Dikemas secara sedemikian rupa oleh Pengurus Baitul Qowwam agar santri Baitul Qowwam, terutama santri putri sejumlah 30 orang dapat mengimplementasikan ilmu (Materi) Agama dan umum kedalam kehidupan sehari hari  dari berbagai interkasi dan penanaman nilai-nilai yang sudah didapat dari Baitul Qowwam. Pada kesempatan malam hari ini diisi Oleh Pak Agus Triyanta, selaku ketua dari P.A Baitul Qowwam, beliau mengisi kajian seperti biasanya ba’da Maghrib di Asrama Putri BQ, yang diikuti oleh seluruh anak Asuh.

Beliau membahas mengenai beberapa ayat dalam al-Qur’an, yang pertama di dalam Surah Sad (38):82-83, lalu Al-Hijr (15):40, dan An-Nahl (16):99.

  1. Surah Sad (38): 82-83

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغۡوِيَنَّهُمۡ اَجۡمَعِيۡنَۙ

(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka”.

Iblis adalah nenek moyang Setan, setan itu adalah karakter sedangkan Jin adalah Makhluk.

Kita hidup di Alam ini tidak hanya kalangan manusia saja, tapi ada juga dari kalangan jin. Dan Allah berfirman “dan tidak aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk Beribadah”.

Setan berasal dari Api, Manusia dari Tanah. Jin itu hidup di beda Alam tetapi tempat yang sama.  Bagi jin-jin yang beriman, maka akan menyukai tempat tempat yang baik dan tidak akan mengganggu, dan sebaliknya. Jin yang baik akan bersahabat dengan orang Mukmin, sehingga jin jin yang kafir akan memusuhi dan berada di tempat atau ke orang yang membuka diri di tempat tempat kejahatan seperti Diskotik, kesenian kubro, jatilan, dan lain sebagainya. Sehingga membuat kejahatan akan nampak menjadi indah.

Untuk anak muda, miras, narkoba dan lainnya akan menjadi segar dikarenakan setan akan membuat itu semua menjadi indah. Kemaksiatan lainnya juga sama, bila kita ikuti maka akan terasa sangat indah.

Setan itu sekali diikuti akan mengikuti terus atau menghiasi dan mengusai diri kita, dan setan akan mengganggu dengan berbagai upaya.

 

  1. Surah Al-Hijr (15):40

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ

kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”

Maksud dari Q.S Al-Hijr ayat 40 adalah maksud terpilih disini yaitu, Setan tidak akan kuat menggoda orang orang yang Ikhlas (Mukhlis), yaitu Murni karena Allah.

Bila kita ingin berbuat baik, maka harus ikhlas, karena semua itu hanya urusan kita kepada Allah, bukan dengan Manusia.

 

  1. Surah An-Nahl (16):99

اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.

Maksud ayat ini adalah, setan tidak akan berpengaruh pada orang yang Bertawakal yaitu orang yang berserah diri dan sudah mengikhtiarkan sesuatu, lalu menyerahkan hasil apapun kepada Allah azza wa jalla. Kita hanya minta yang terbaik kepada Allah, dan orang yang tawakkal hatinya akan menjadi Tentram.

Ada sebuah peribahasa mengatakan, “dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa yang tahu”. Ini contohnya kepada keluarga Rasulullah saw, Nabi Muhammad saw yang hebat saja tidak dapat mengubah hati Paman tercintanya yaitu Abu Thalib.

Tawakal itu penting, maka dari itu Pasrahkanlah semua kepada Allah.

Materi ditulis oleh KUN

Editor ARH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *