Baitulqowwamnews
Panti Asuhan Dharma Aji Insan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, melakukan studi banding ke Panti Asuhan Baitul Qowwam pada 5 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, pelayanan anak asuh, serta penguatan sistem pendanaan. Rombongan dipimpin oleh Dharmanto bersama delapan orang pengurus dan tiga relawan.
Kedatangan rombongan disambut oleh Ustadz Aris Eko Purwanto, Wahono, Muhtarom, beserta jajaran pengabdian Panti Asuhan Baitul Qowwam. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan semangat saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan panti asuhan yang berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Dharmanto menjelaskan bahwa Panti Asuhan Dharma Aji Insan berdiri pada tahun 2012 di bawah naungan Yayasan Karya Al Insan Karanganyar. Meskipun telah beroperasi sejak 2012, izin operasional resmi baru diperoleh pada tahun 2025.
Ia menjelaskan, Yayasan Karya Al Insan tidak hanya mengelola panti asuhan, tetapi juga menaungi TK dan SDIT yang pengelolaannya dilakukan secara terpisah dari panti. Saat ini SDIT tersebut memiliki lebih dari 200 siswa dan setiap tahun mampu membuka dua hingga tiga rombongan belajar baru. Sebagian besar peserta didik berasal dari TK yang berada di bawah yayasan yang sama, sehingga keberlangsungan jenjang pendidikan dapat terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, SDIT kami menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah Karanganyar. Namun pengelolaannya tetap dipisahkan dengan panti agar masing-masing dapat berkembang secara optimal,” ungkap Dharmanto.
Ia juga menyampaikan bahwa Panti Asuhan Dharma Aji Insan membina sekitar 60 anak yatim dan dhuafa. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar lima anak yang tinggal menetap di panti, sedangkan sebagian besar merupakan anak asuh nonmukim yang tetap tinggal bersama keluarganya.
Menurutnya, pola pembinaan anak nonmukim memiliki tantangan tersendiri. Pendampingan tidak hanya dilakukan kepada anak, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan keluarga agar perkembangan pendidikan, ibadah, serta pembinaan karakter dapat berjalan sesuai harapan.

Panti Asuhan Dharma Aji Insan menerima anak asuh mulai jenjang sekolah dasar. Selain memberikan bantuan pendidikan, panti juga melakukan pembinaan keagamaan, pendampingan karakter, dan kegiatan sosial secara berkala.
Pada aspek pendanaan, Dharmanto mengungkapkan bahwa lembaganya memiliki tim fundraising khusus yang bekerja secara profesional. Penggalangan dana dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik secara daring maupun luring, sehingga mampu menopang operasional panti dan berbagai program pembinaan anak asuh.
Sementara itu, Ustadz Aris Eko Purwanto menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, studi banding menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan, saling belajar, serta memperkuat jejaring antarlembaga sosial.
“Kami bersyukur dapat berbagi pengalaman dengan Panti Asuhan Dharma Aji Insan. Setiap panti memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Melalui silaturahmi seperti ini, kita dapat saling melengkapi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yatim dan dhuafa,” ujarnya.
Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi, tanya jawab, peninjauan fasilitas Panti Asuhan Baitul Qowwam, serta komitmen untuk terus menjalin kerja sama dan komunikasi dalam pengembangan tata kelola panti asuhan yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.