BaitulqowwamNews
Yayasan Pendidikan Baitul Qowwam akan menggelar Malam Puncak Khitobul Qudum 1447 Hijriah pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 19.30 WIB di Halaman Baitul Qowwam Pusat, Plumon, Mororejo, Tempel, Sleman. Acara ini menjadi momentum penyambutan santri baru sekaligus penguatan komitmen seluruh civitas pesantren dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Berdasarkan susunan acara yang telah disiapkan, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan penampilan santri putra dan putri, sambutan Ketua Yayasan, pengenalan pengurus, pemutaran video Pekan Ta’aruf, penghargaan ujian santri, tausiyah penasihat hingga doa penutup. Seluruh rangkaian diproyeksikan selesai pukul 21.30 WIB. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, guru, santri, wali santri, serta para tamu undangan.
Ketua Yayasan Pendidikan Baitul Qowwam, Ustadz Aris Eko Purwanto, ST, dalam naskah sambutannya menyampaikan bahwa Khitobul Qudum bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan peneguhan kembali visi, misi, nilai, dan budaya pesantren sebagai pedoman seluruh warga pondok selama menjalani proses pendidikan.
“Tahun ini kita menerima 15 santri baru, terdiri atas 10 santri tingkat SMP dan lima santri tingkat SMA/SMK. Mereka berasal dari Sleman, Bantul, Klaten, dan Magelang. Saat ini jumlah santri putra dan putri mencapai 55 anak. Ini merupakan amanah umat yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Aris dalam naskah sambutannya.
Ia menjelaskan, meskipun sarana dan prasarana masih terus dikembangkan, semangat belajar para santri tidak pernah surut. Bahkan sejumlah santri telah menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Menurutnya, pendidikan pesantren harus mampu melahirkan generasi yang siap bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pesannya kepada para santri, Aris mengingatkan bahwa pesantren merupakan tempat menempa akhlak, ilmu, disiplin, kemandirian, dan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari kesungguhan, kesabaran, dan pengorbanan.
“Tujuan utama pendidikan di pondok ini adalah melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengabdi. Ilmu tanpa akhlak akan kehilangan cahaya, sedangkan akhlak tanpa ilmu akan kehilangan arah,” tegasnya.
Ia juga mengajak santri baru agar tidak takut menghadapi kehidupan pesantren, sementara santri lama diminta menjadi teladan bagi adik-adiknya dengan menunjukkan akhlak mulia, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi. Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh pengurus, asatidz, asatidzah, serta para ibu dapur yang selama ini dengan penuh keikhlasan mendukung kebutuhan para santri.
Melalui Khitobul Qudum 1447 H, Baitul Qowwam berharap seluruh santri mampu menapaki tahun pendidikan baru dengan semangat yang lebih kuat, sejalan dengan motto pesantren, “Luhur Budinya, Dalam Ilmunya, Tangguh Juangnya,” sehingga mampu menjadi generasi yang memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Rep Editor Arief Hartanto BQ Media Humas