Baitulqowwamnews
Jumat malam 22 Muharram 1447 H / 18 Juli 2025 menjadi momen bersejarah bagi para Pengurus Yayasan, Ustadz dan para guru serta santri, khususnya santri baru Pondok Pesantren Baitul Qowwam yakni dengan digelarnya acara Khithobul Qudum ( Sapaan Kedatangan ) yang diadakan di halaman gedung Asrama Putra.
Gelaran acara ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan menjadi penanda mulainya kegiatan Pondok pesantren Baitul Qowwam yang beralamat di Plumbon Tengah Mororejo Tempel Sleman Yogyakarta.
Dengan semangat / kredo yang dibangun di Baitul Qowwam adalah menjadi “ santri yang berbudi luhur, dalam ilmunya, dan tangguh dalam juang” tahun ini juga dimulai untuk santri tingkat SMP yang mulai melakukan kegiatan belajar mengajar di komplek Baitul Qowwam sendiri sebanyak 9 santri baru, sedangkan untuk total santri sejumlah 47 orang .
Acara dibuka oleh duo MC – Lutfiiyatul Yusriyah dan Alya Rahma Annisa yang membawakan acara dengan semangat dengan diawali Basmallah, selanjutnya pembacaan Al-Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu santri senior dengan penuh penghayatan menjadi pengantar bagi para santri baru untuk memasuki dunia baru yang penuh dengan ilmu dan budi pekerti.
Setelah tilawah oleh Rahmat Kurniawan, acara dilanjutkan dengan Khithobul Qudum oleh H. Agus Triyanta Ph.D selaku Ketua Yayasan Baitul Qowwam yang memberikan sambutan sapaan kedatangan kepada para santri baru.
Menjadi santri bukan hanya tentang menuntut ilmu, tetapi juga tentang membangun karakter dan budi pekerti yang luhur. “Menjadi santri yang berbudi luhur, dalam ilmunya, dan tangguh dalam juang,” yang menjadi landasan bagi para santri untuk menjalani kehidupan di pondok dengan penuh tanggung jawab.
“ di Pondok Baitul Qowwam disinilah awalnya dikenalkan dengan arti perjuangan, perjuangan yang pertama adalah tholabil ilmi”tambahnya.
4 tahun lalu tempat ini masih berupa pereng, lahan kebun dipinggir sungai namun sekarang menjadi asrama yang cukup representative untuk para santri.
Hal ini harus disyukuri, bagaimana cara bersyukur? yakni dengan fasilitas yang ada jangan disia-siakan gunakan semaksimal mungkin untuk membangun cita-cita yang tinggi, tidak ada raihan tanpa susah payah, banyak tokoh besar berawal dari orang-orang yang susah
Selanjutnya, penampilan santri putra dan santriwati menambah semarak acara dengan tampilan para santri putra semisal Senandung Asmaul Husna, berbagai seni, tam;pilan pidato 3 bahasa yakni bahasa Arab, Inggris dan Jawa dan puisi hingga musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan bahwa di Pondok Pesantren Baitul Qowwam, seni dan budaya dalam bingkai Islam juga mendapatkan tempat dalam pendidikan.
Setelah penampilan, para santri baru diperkenalkan dengan lingkungan pondok yag disampaikan oleh Ustadz Muhtarom dengan mengenalkan sejarah berdiri panti asuhan Baitul Qowwam yang sekarang menjadi pondok pesantren Baitul Qowwam, “mengenal fasilitas yang ada, mulai dari masjid, ruang belajar, hingga asrama. Pengenalan ini penting agar para santri merasa nyaman dan betah dalam menjalani kehidupan di pondok”.
Pemaparan program kerja santri pengabdian yang menjelaskan berbagai aturan, disiplin dan kegiatan yang akan dilakukan bagi para santri selama tahun ajaran,
Acara ditutup dengan doa bersama, di mana seluruh hadirin memanjatkan harapan dan doa agar perjalanan para santri baru di pondok ini diberkahi dan dipermudah. Penutup acara diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir, terutama bagi para santri baru yang siap menapaki jalan panjang dalam menuntut ilmu.
Khithobul Qudum menjadi awal yang baik bagi para santri baru di Pondok Pesantren Baitul Qowwam. Semoga mereka dapat menjalani perjalanan ini dengan penuh dedikasi dan cinta terhadap ilmu, serta menjadi generasi yang berbudi luhur dan tangguh dalam juang.